"Sebagai empati kami menguatkan keberpihakan terhadap nasib wong cilik kami Rejowis turun ke jalan dengan membagi-bagikan multivitamin kepada tukang galian. Mereka membutuhkan stamina untuk tetap kuat bekerja," terang Ketua Umum Rejowis Pieter Tobias Pattiasina yang didampingi Sekjen Rejowis Mustaqim Abdul Manan kepada wartawan di sela pembagian obat-obatan gratis hari ini (Jumat, 6/6).
Rejowis dalam gerakannya mendukung Jokowi tetap konsisten mengambil segmen kaum marginal dengan membagikan obat-obatan dan multivitamin. Pesan-pesan kampanye Rejowis mengambil tema untuk mendukung gerakan Indonesia Sehat.
"Tukang galian itu perlu mendapatkan perlindungan dan jaminan kesehatan dari pemerintah. Selama masih sehat mereka bekerja sekuat tenaga demi keluarganya. Bagaimana kalau sakit dan masa tuanya nanti? Presiden terpilih harus perhatikan hal ini," demikian Pieter Tobias yang juga sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Obat-obatan Alat Kesehatan dan Laboratorium (Apokeslab).
Sementara , salah satu tukang galian asal desa Sigong kecamatan Sindang Laut kabupaten Cirebon yang sedang melakukan pekerjaan galian PLN di Jl. Pekayon Taman Galaxi Kota Bekasi mengaku senang dan antusias ketika Rejowis yang telah menyapa dan mengajaknya berdiskusi di sela-sela makan siang.
"Kami dan teman-teman senang atas kunjungan Rejowis yang telah membagikan multivitamin. Terimakasih atas perhatiannya, semoga Pak Jokowi terpilih sebagai presiden pilihan kami dan rakyat Indonesia," akunya dengan semangat.
Menurut Sariman, sosok Jokowi adalah benar-benar jelmaan rakyat Indonesia. Dia menaruh harapan besar kepada Jokowi untuk membawa perubahan besar bagi bangsa Indonesia. "Kami sudah rela menjadi tukang galian, yang penting anak cucu kami dan nasib rakyat Indonesia bisa berubah menjadi lebih baik. Di pundak Jokowi kami titipkan nasib kami. ," harapnya penuh dengan keyakinan.
Di mata tukang galian, tindak pidana korupsi harus diberantas tuntas. Kejahatan korupsi telah turut andil dalam memiskinkan rakyat secara massif. Korupsi oleh pejabat yang seharusnya mengurus nasib wong cilik, malah mereka telah merampas hak-hak rakyat kecil.
"Kami menghendaki presiden terpilih nanti lebih tegas menindak para koruptor. Maling ayam aja digebukin. Harusnya seperti di China, koruptor di hukum mati saja," pintanya.
Lanjut Sarimin, presiden harus tegas dan jangan mau berkompromi dengan para koruptor. Presiden yang tegas itu tidak harus dari militer. Dia mengakui bahwa sosok Jokowi bisa sangat tegas dalam mengatur aparatur negara nanti jika terpilih jadi presiden.
[dem]
BERITA TERKAIT: