"Aspek pertama saat penentuan pasangan. Arus deras koalisi berpihak ke Prabowo-Hatta sehinggan koalisi mampu mengumpulkan 292 kursi parlemen," jelas anggota Timkamnas Prabowo-Hatta, Kamrussamad, dalam pesan singkat kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 6/6).
Aspek kedua, dia membeberkan, pemberitaan di media telah mengalami pergeseran besar. Dari sebelumnya yang didominasi Joko Widodo sejak awal tahun 2014 bergeser keperimbangan pemberitaan. Bahkan dalam statistik pemberitaan, Prabowo lebih disukai.
Ketiga adalah kapabilitas figur. Hal ini terbaca setelah Prabowo dan Jokowi berpidato pada saat pendaftaran, pencabutan nomor urut dan serta ketika deklarasi pemilu damai dan berintegritas, yang digelar KPU.
"Nampak jelas jutaan rakyat Indonesia bisa memberikan penilaian terhadap bobot figur capres tersebut," ungkap politikus muda ini.
"Pada poin ini nampak Prabowo memiliki pandangan jauh kedepan tentang kehidupan bernegara, juga dinilai rendah hati karana tetap menyapa, berterima kasih serta menghormati lawan-lawan politik," demikian Deputi Direktur Teritorial dan Penggalangan Kelompok Straregis Timkamnas Prabowo-Hatta.
[zul]
BERITA TERKAIT: