Tidak cukup sampai disitu. Pemerintah Korea Selatan juga menawarkan uang sebesar 500 juta won atau setara dengan 488 dolar AS untuk siapapun yang bisa memberikan informasi mengenai keberadaan Yoo Senior. Selain itu, 100 juta won juga disiapkan untuk informasi mengenai Yoo Junior.
Yoo diduga terlibat dalam perkara penggelapan uang dan tidak membayar pajak yang sesuai serta sejumlah kejahatan lain yang berujung pada tenggelamnya feri Sewol dalam perjalanan dari Incheon ke Pulau Jeju pertengahan bulan April lalu.
Namun demikian, seperti dikutip dari
Koreatimes, perburuan yang melibatkan begitu banyak penyelidik dan masyarakat luas itu belum membuahkan hasil. Aparat penegak hukum yang sebelumnya menduga akan mudah menangkap Yoo akhirnya menghadapi kenyataan pahit. Para pengkuti Yoo menolak untuk bicara.
Yoo yang adalah mantan ketua Semo Group chairman menghilang sejak 25 Mei. Ketika itu tim kejaksaan mendatangi rumahnya di kawasan yang terpencil di Suncheon, Provinsi Jeolla Selatan.
Kejaksaan memperkirakan Yoo masih berada di sekitar daerah Suncheon.
Sepanjang pekan ini, Kejaksaan telah menahan delapan orang yang diduga ikut berperan dalam kecelakaan itu, termasuk ketua Hemato Centric Foundation Lee Jae-oak yang diduga membantu Yoo melarikan diri dari kewajiban hukum.
Tujuh orang lainnya adalah anggota Sekte Salvation yang dipimpin Yoo.
Kejaksaan yakin dapat menahan Yoo akhir pekan ini. Diduga seorang lelaki berusia 56 tahun yang memiliki nama keluarga Yang membantu Yoo menghindar dari kejaran Kejaksaan. Dia diperkirakan mengendarai sedan EF Sonata berwarna perak.
[mel]
BERITA TERKAIT: