Keberadaan Marzuki Ali dan Ali Masykur Musa Jadi Beban Prabowo-Hatta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 30 Mei 2014, 01:01 WIB
Keberadaan Marzuki Ali dan Ali Masykur Musa Jadi Beban Prabowo-Hatta
marzuki alie/net
rmol news logo . Saat ini banyak politisi "gagal" yang merapat ke pasangan capres dan cawapres. Di antara politisi "gagal" itu misalnya Marzuki Alie dan Ali Masykur Musa yang merapat ke Prabowo-Hatta. Keduanya gagal menjadi capres, dan bahkan Marzuki gagal lolos ke Senayan.

Karena itu, pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta,  Arie Sudjito, menilai bergabungnya Marzuki dan Ali Masykur tidak akan menguntungkan Prabowo-Hatta. Marzuki misalnya hanya menyelamatkan diri setelah tersingkir dari Demokrat.

"Kehadiran (mereka) belum tentu menambah elektabilitas Prabowo. Dan justru kehadiran sosok-sosok itu akan jadi beban bagi Prabowo-Hatta sebab mau tak mau mereka harus mencarikan konsesi politik untuk mereka," kata Arie Sudjitos saat dihubungi beberapa waktu lalu (Kamis, 29/5).

Bahkan, ungkap Arie, keputusan Marzuki Alie, Ali Masykur Musa, atau Mahfud MD bergabung ke Prabowo-Hatta juga akan menurunkan citra  kualitas mereka sendiri. Sebab publik sudah kadung menganggap tokoh- tokoh itu sebagai capres, tapi malah menurunkan kelasnya hanya menjadi  bagian dari tim sukses capres.

"Misalnya Mahfud MD, dari capres kok jadi timses? Publik akan lihat  sebagai pragmatisme politik. Sekelas capres harusnya tak jadi timses.  Harusnya jadi negarawan. Mahfud menurunkan sendiri kualitas dirinya," demikian Arie. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA