Karena itu, pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Arie Sudjito, menilai bergabungnya Marzuki dan Ali Masykur tidak akan menguntungkan Prabowo-Hatta. Marzuki misalnya hanya menyelamatkan diri setelah tersingkir dari Demokrat.
"Kehadiran (mereka) belum tentu menambah elektabilitas Prabowo. Dan justru kehadiran sosok-sosok itu akan jadi beban bagi Prabowo-Hatta sebab mau tak mau mereka harus mencarikan konsesi politik untuk mereka," kata Arie Sudjitos saat dihubungi beberapa waktu lalu (Kamis, 29/5).
Bahkan, ungkap Arie, keputusan Marzuki Alie, Ali Masykur Musa, atau Mahfud MD bergabung ke Prabowo-Hatta juga akan menurunkan citra kualitas mereka sendiri. Sebab publik sudah kadung menganggap tokoh- tokoh itu sebagai capres, tapi malah menurunkan kelasnya hanya menjadi bagian dari tim sukses capres.
"Misalnya Mahfud MD, dari capres kok jadi timses? Publik akan lihat sebagai pragmatisme politik. Sekelas capres harusnya tak jadi timses. Harusnya jadi negarawan. Mahfud menurunkan sendiri kualitas dirinya," demikian Arie.
[ysa]
BERITA TERKAIT: