"Tampaknya PPP tidak mau didahului oleh PAN dan PKS yang arahnya juga akan merapat ke Prabowo," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Indonesia, Said Salahuddin, kepada R
akyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 12/5).
Menurut Said, dukungan resmi pertama dari PPP ini punya nilai strategis. Sebab, dengan dukungan itu Prabowo bisa mendapatkan kepastian untuk berlaga pada Pilpres nanti. Dengan perkiraan Gerindra akan memperoleh 73 kursi dan PPP 39 kursi, itu sudah cukup untuk memenuhi
presidential threshold minimal 112 kursi.
"Dengan menjadi pendukung pertama, PPP berharap bisa mendapatkan poin khusus dari Prabowo. Itu suatu yang lazim dalam koalisi, seperti halnya Nasdem yang punya value tersendiri dimata Megawati karena menjadi partai pertama yang resmi mendukung Jokowi," kata Said.
Alasan kedua, lanjut Said, karena PPP sudah bisa memprediksi bahwa tipis kemungkinan akan muncul poros ketiga, di luar Jokowi dan Prabowo. Peta koalisi sudah semakin mengkristal pada dua poros itu saja. Di kubu Jokowi sudah ada PDI-P, NasDem, dan PKB, sementara PAN dan PKS hampir dipastikan mendukung Prabowo.
"Jadi PPP merasa tidak perlu berlama-lama lagi untuk menentukan sikapnya," demikian Said.
[ysa]
BERITA TERKAIT: