"Gejala yang sering dijumpai adalah penyakit saluran nafas akut meliputi demam, batuk dan sesak atau dada terasa berat dan dapat disertai gejala saluran pencernaan, mencakup diare," kata staf pengajar Departemen Pulmologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), dr. Diah Handayani, dalam keterangan kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 12/5).
Menurut Diah, kematian akibat kasus ini dilaporkan terjadi pada 1 dari 3 pasien, atau sekitar 27 persen. Dan penyakit ini menjadi berat pada penderita diabetes, penyakit paru kronik, asma dan gangguan kekebalan tubuh.
"Sebaliknya pada beberapa orang yang kontak dengan penderita MERS CoV didapatkan hasil positif terinfeksi tetapi tidak sakit," kata Diah yang juga aktif fi Unit Kajian Rokok dan Penyakit Respirasi Pengurus Pusat Islamic Medical Association and Network of Indonesia (IMANI).
Meski demikian, jelas Diah, bila didapatkan gejala seperti ini disertai riwayat bepergian ke negara negara Timur Tengah dalam 1-14 hari maka wajib memeriksakan diri segera ke Puskesmas, rumah sakit maupun layanan kesehatan lain. Hal ini didasari karena masa inkubasi dari MERS-CoV adalah 2-14 hari.
[ysa]
BERITA TERKAIT: