"Tidak ada agenda lain. Kalau ada suara-suara lain yang beredar di luaran, itu merupakan dinamika dan pernik-pernik dari demokrasi," kata Ketua DPP Hanura, Saleh Husin, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 6/5).
Dengan suara sebagaimana hasil hitung cepat memperoleh 5,4 persen pada pemiliha legislatif 9 April lalu, ungkap Saleh, Hanura tentu saja harus menyiapkan kepemimpinan nasional untuk lima tahun kedepan. Dan karena itu juga Hanura harus menentukan untuk berkoalisi dengan partai mana.
"Nah sebelum mengambil keputusan, tentu Pak Wiranto juga ingin mendapat masukan dari teman-teman pengurus lainnya dalam forum Rapimnas sehingga keputasan yang diambil itu menjadi sah," tegas Saleh.
Sempat berhembus kabar dari kalangan internal Hanura sendiri, acara Rapimnas ini untuk mengevalusi posisi Hary Tanoesudibjo sebagai Ketua Badan Pemenengan Pemilu (Bappilu) Hanura. Ada yang menilai kinerja Hary Tanoe tak efektif hingga harus dievaluasi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: