Kisah ini berawal dari perceraian kedua orang tuanya pada tahun 2008. Diceritakan oleh sang ibu, YR, bahwa anaknya tidak mendapatkan haknya dari ayahnya, terutama dari sisi pendidikan sejak gugatan perceraian 2007.
"Saat ini saya sudah lelah untuk memperjuangkan hak pendidikan bagi anak saya yang berkebutuhan khusus, maka pada saat terakhir Oktober 2013 ayahnya minta untuk pengalihan hak asuh dengan berat hati saya merelakan agar anak saya Joel Pupella dapat bersekolah," kata YR, kepada wartawan (Senin, 5/5).
Ini dilakukan, karena saat ini usia anaknya hampir 12 tahun, pada tanggal 7 mei 2014. Tetapi sang ayah membuat kesepakatan hak asuh di luar UU perlindungan anak maupun wanita (ibu). YR mencontohkan, kesepakatan itu melarang anaknya berhubungan dengan dirinya.
"Saya dilarang ketemu, papasan pun tidak boleh. Begitu juga terhadap saudara kembarnya apabila melanggar maka akan dikenakan denda 100 juta setiap kali pelanggaran," ujarnya lirih.
YR menyerahkan untuk kedua kalinya permasalahan rumah tangganya ini kepada kuasa hukumnya, ASP Law Firm. Saat ini, ia tengah mempersiapkan surat somasi karena dalam pemanggilan pertama dan ke dua untuk proses mediasi, mantan suaminya tidak hadir.
Mantan suaminya itu, ungkap YR, adalah pengusaha sekaligus pemilik dari PT Beard Papa Indonesia yang telah mempermainkan masa depan anaknya bahkan telah membunuh karakter sang anak. Ini terbukti, ketika dia menyuruh anaknya berlatih tenis, dia pun berjanji mau membiayai tetapi begitu sang anak menyukai disuruh berhenti.
"Saat ini saya sudah lelah dari 2008, 2011 dan terakhir 2013 memperjuangkan anak saya untuk mendapatkan biaya pendidikan dari ayahnya, apalagi saat ini anaknya diterima di sekolah yang bereputasi bagus," ujarnya lagi.
Tahun 2011 dirinya pernah disuruh cari sekolah, ketika dikasih list nama-nama sekolah lagi-lagi janjinya tidak ditepati. "Bulan Maret 2014 dia juga kembali menyatakan siap mengambil hak asuh lagi-lagi dia mengajukan syarat-syarat yang tidak masuk akal," tegasnya.
Kali ini YR berharap sang suami bisa menerima hak asuh anaknya tanpa ada embel-embel lain. Dirinya pun berharap hukum dan keadilan bisa didapatkan oleh dirinya untuk anak-anaknya. "Saya sudah lelah, semoga dia terbuka hatinya untuk bisa dan sungguh-sungguh mengasuh dan membiaya pendidikan buat anaknya," demikian YR.
[ysa]
BERITA TERKAIT: