Berduet dengan JK, Jokowi Sulit Wujudkan Trisakti Bung Karno

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 04 Mei 2014, 19:25 WIB
rmol news logo Capres dari PDI Perjuangan Joko Widodo dinasihati mantan Ketua Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif agar menjalankan ajaran Trisakti Bung Karno bila nanti terpilih. Konsep Trisakti yang dimaksud yaitu, berkedaulatan dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Pengamat politik dari Universitas Prof DR Moestopo (Beragama) Jakarta, Lukman Hakim, mengatakan nasihat Buya Syafii itu juga merupakan gambaran kriteria cawapres Jokowi.

"Petuah dari Buya (Bapak) Syafii jangan diartikan sempit. Maksud dari pernyataannya itu juga ditujukan agar Jokowi memilih Cawapres yang bisa sejalan dengan dirinya menjalankan Konsep Trisakti Bung Karno," kata Lukman Hakim di Jakarta (Minggu, 4/5).

Menurutnya, jika Jokowi dan PDI Perjuangan memilih Jusuf Kalla (JK) sebagai cawapres, maka untuk menjalankan konsep Trisakti Bung Karno tidak mungkin terealisasi.

"JK bagian dari sistem kapitalis yang pro dengan sistem ekonomi pasar bebas. Bagaimana mungkin orang seperti itu bisa memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia," ujarnya.

Siapa yang pantas jadi cawapresnya Jokowi? Menurut Lukman masih banyak figur yang layak.

"Selain JK, ada beberapa nama yang muncul sebagai kandidat cawapresnya Jokowi. Saya rasa, mereka lebih cocok dan pro ekonomi kerakyatan," pungkasnya.

Nasihat agar Jokowi menjalankan Trisakti Bung Karno disampaikan Buya Syafii saat Gubernur DKI itu berkunjung ke kediamannya di Yogyakarta kemarin. Kepada Jokowi, Buya Syafii juga menjelaskan banyak hal mengenai permasalahan bangsa dan cara mengatasinya.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA