Sebutan ini disematkan untuk akun-akun di
twitter ataupun
facebook yang bertugas membela atau menyerang capres tertentu. Sebagai imbalan, mereka mendapatkan nasi bungkus alias bayaran yang menyewanya.
Itulah panasbung mulai ramai dibicarakan setelah Waketum Gerindra Fadli Zon mengangkat puisi yang berjudul Pasukan Nasi Bungkus. Setelah itu, berbagai diskusi pun muncul.
Untuk Gerindra, Fadli mengaku tidak punya panasbung. Gerindra hanya punya relawan dari kader yang membentuk semacam
cyber army. "Kami ada
volunteer dari para caleg dan yang lain. Kita biasanya kampanye terbuka dan terang-terangan. Kami tidak berkampanye negatif seperti panasbung," ucapnya.
Capres PDIP Jokowi terang-terangan mengaku didukung ribuan orang dari tim cyber. Namun, tim cyber tersebut tidak dibayar, apalagi dengan nasi bungkus. "Saya
nggak (dirikan). Paling relawan-relawan tersebar ribuan. Saya nggak tahu di mana keberadaan mereka," ucapnya di Balaikota, kemarin.
Kendati demikian, Jokowi berencana menyatukan ribuan para pendukungnya dalam satu organisasi. Ke depannya, Jokowi ingin memberikan panduan agar relawan cyber ini mengelola media sosial yang efektif. "Waktu pilgub dulu, mereka nggak mau disatukan, nggak mau diatur-atur. Di pilpres nanti, semoga mau," ujarnya.
Di
twitter, diskusi tentang panasbung ini sangat ramai. Bahkan muncul hashtag #panasbung yang diretweet ratusan kali. Akun @bangEMBUN menyebut, menjalang pemilu dan menjelang pilpres memang Indonesia dilanda fenomena panasbung. Akun-akun panasbung ujug-ujug muncul serang sana-sini.
Akun @ragiel_joe memaparkan ciri-ciri panasbung. "Biasanya pake avatar (gambar) telur, followernya tiga orang. Kerjaanya marah-marah. Hihihi," kicaunya.
Rahmat Hafiz Sandria setuju dengan ciri-ciri ini. "Panasbung di mana-mana 3 (followernya)," ucapnya di @HafizSandria.
Akun @ongz87 menambahkan, panasbung punya sifat yang tidak pernah memikirkan validitas data. "Asal ngangap, pokoknya gimanapun yang penting nyerang," ucapnya.
DPD PKS Binjai dalam akun @DPDPKS3Binjai penasaran dengan hitung-hitungan upah yang diterima panasbung dalam nyerang maupun membela capres. "Berapa kali tweet ya baru dapat nasi bungkus?" tanyanya.
Ernie Melanie yang rajin menjelas di
twitter dan
facebook bingung dengan panabung. Pasalnya, kadang akun-akun tersebut menyerang Jokowi, kadang menyerang Prabowo. "Jadi bingung yang #panasbung sekarang yang pihak mana, #Jokowi atau #Prabowo," ucapnya di akun @erniemelanie.
Akun @big_anes mengaku memang sering menyoroti kandidat capres. Sambil me-mention akun milik Jokowi di @jokowi_do2 dan akun Prabowo do @Prabowo08, dia menegaskan bukan panasbung atau cyber army. "Saya hanya WNI yang ingin negeri ini punya pemimpin benar."
Batara Narodo malah menyindir Fadli Zon atas puisinya itu. Dia meminta para teman-temannya untuk tidak mem-bully capres tertentu. "Plisssss jangan deh, entar kalian dibikinin puisi lho #panasbung," kicaunya di @anschizophrenia.
"Pengguna twitter Indonesia itu sudah cerdas bung! Jelas banget membedakannya. #panasbung," ucap akun @arbyprks sambil me-mention Fadli Zon.
Akun @kurawa menyebut, sebenarnya istilah panasbung bukan buatan Fadli Zon. Istilah itu dikeluarkan kaskuser saat melihat pasukan honerer cyber yang menerima bayaran untuk mendukung Fauzi Bowo. Tapi, karena honornya disunat para korlap, panasbung ini demo lalu tim ini bocor.
"Yang pertama punya relawan cyber itu PKS, lalu muncul panasbung dari Demokrat di pilgub DKI karena relawan Jokowi lahir," ucapnya.
Menkominfo yang juga mantan presiden PKS Tifatul Sembiring malah menjadikan istilah panabung ini sebagai bahan lucu-lucuan.
"Woh, memang ada ternyata (panasbung). Penampakan pasukan nasi bungkus alias panasbung. Hehehe," kicaunya di akun @tifsembiring sambil mengunggah foto buluhan nasi bungkus yang bejejer di atas meja.
[ysa]
BERITA TERKAIT: