Aksi damai tersebut dilakukan pada 20 April lalu di bundaran SIB Gatot Subroto dan pusat jajanan kota Medan Merdeka Walk dengan diikuti MRI daerah Medan, Kabanjahe, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Labuhan Batu dan MRI unit Kampus USU, IAIN, UMN, Mikroskil, STIPAP, Darmawangsa, UMSU dan UNIMED.
"Potensi kekerasan pada perempuan di dunia begitu besar, khususnya di Indonesia," kata Sekretaris Umum MRI Sumut, Winda Guma, dalam pesan elektroninya kepada redaksi (Senin, 22/4).
Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan mencatat adanya peningkatan temuan korban kekerasan pada perempuan di Indonesia. Komnas merekam 279.760 kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi sepanjang 2013, lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 216.156 kasus.
Winda menjelaskan selain membagi-bagikan bunga dan memberikan pesan-pesan kemanusiaan, anggota MRI juga menampilkan profesi-profesi perempuan pada era sekarang seperti profesi Guru, Perawat, Arsitek, Tukang Jamu, tukang sapu bahkan ibu rumah tangga (IRT).
"Apapun profesi yang disandang oleh perempuan bukan sekali-kali menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidup, melainkan pengaruhnya yang besar sekali untuk lebih cakap dalam menjalankan kewajibannya sebagai pendidik manusia yang pertama-tama," kata Winda.
Dikatakan, perempuan-perempuan harus komitmen terhadap peran dan fungsinya serta meningkatkan kepedulian terhadap keluarga, lingkungan dan sekitarnya.
Winda menambahkan, hari Kartini merupakan salah satu momen yang tepat bagi perempuan untuk selalu introspeksi dan meng-upgrade diri bahwa berbicara perempuan berarti berbicara tentang kemanusiaan. Ketika perempuan peduli akan apa yang terjadi baik di lingkungan sekitarnya maupun dirinya sendiri maka akan lahir kemanusiaan yang sejati.
"Dan perlu kita pahami bahwa sebuah bangsa akan maju tergantung pada kualitas perempuan karena dibalik suksesnya sebuah keluarga atau lingkungan biasanya ada seorang perempuan yang kuat dan tabah memikul beban sebagai seorang istri, seorang ibu, seorang karyawati dan seorang perempuan yang baik berkepribadian," demikian Winda.
[dem]
BERITA TERKAIT: