Kantor berita resmi RRT,
Xinhua, mengatakan bahwa kapal patroli milik Tiongkok itu sedang berpatroli di Samudera India hari ini (Sabtu, 5/4).
Namun sejauh ini, seperti dikutip dari
CNN, koran resmi Kementerian Transportasi Tiongkok,
China Communication News, Badan SAR Tiongkok belum dapat mengkonfirmasi penemuan itu.
Sinyal yang ditangkap kapal patroli Tiongkok itu disebutkan menggunakan gelombang 37,5 kHz yang biasa digunakan oleh perekam suara di kokpit pesawat dan perekam data penerbangan.
Jadi, sejauh ini, gelombang yang tertangkap itu, menurut Direktur Dukane Seacom, Anish Patel, identik dengan gelombang yang selama ini digunakan di kokpit-kokpit pesawat terbang.
Disebutkan bahwa gelombang 37,5 kHz digunakan karena tidak mudah terganggu oleh suara latar tempat rekaman dilakukan.
Patel mengatakan, dirinya perlu mempelajari bukti-bukti lain sebelum mengambil keputusan mengenai gelombang yang tertangkap itu. Misalnya,
sonobuoys yang biasanya memilki ukuran panjang sekitar 13 sentimeter.
CNN juga mengutip penjelasan dari Pusat Kordinasi pencarian MH370 melalui e-mail yang mengatakan belum dapat mengkonfirmasi hal itu.
Informasi dari Angkatan Bersenjata Australia mengatakan kepada
CNN mendapatkan laporan mengenai gelombang suara tersebut sekitar tengah hari, atau Jumat tengah malam Eastern Time (ET), dan belum lagi berhubungan selama 10 jam sejak menerima informasi itu.
[dem]
BERITA TERKAIT: