Rizal Ramli: Bonus Demografi Bisa Jadi Beban Demografi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Sabtu, 05 April 2014, 18:41 WIB
rmol news logo Indonesia saat ini sedang mengalami masa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibanding usia muda dan lanjut usia. Namun, kondisi ini tidak akan menjadi berkah bila pemerintah tidak mengimbanginya dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.

"Betul, secara demografi banyaknya usia produktif memang bagus. Tapi kalau anak-anak muda kita pengangguran, justru akan menjadi beban," ujar ekonom senior DR. Rizal Ramli saat bersilaturahmi dengan pimpinan dan redaksi Harian Radar Tegal di kantor Radar Tegal Jawa Tengah, Jalan Perintis Kemerdekaan, Sabtu (5/4).

Rizal mengatakan bonus demografi menjadi beban demografi benar-benar nyata karena saat ini jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 30 persen dari seluruh angkatan kerja.

"Ini mengganggu. Bukan menjadi bonus, demografi malah jadi beban ekonomi, sosial dan politik," ujar capres paling ideal versi Lembaga Pemilih Indonesia itu.

Menurut Menteri Perekonomian era Gus Dur ini, angka pengangguran 30 persen dihitung berdasarkan perhitungan standar international hanya mereka yang bekerja minimal 35 jam seminggu yang disebut bekerja dan bukan pengangguran. Sementara, Pemerintah mendefinisikan orang yang bekerja hanya 1 jam seminggu. Berdasarkan definisi itu, maka jumlah orang yang disebut pengangguran hanya 6 persen dari total seluruh angkatan produktif Indonesia.

"Di Amerika angka pengangguran 8 persen, di Italy dan Spanyol 20 persen, di Yunani 28 persen. Kok bisa Indonesia cuma 6 persen. Lebih hebat dari Obama (Barack Obama) dong," pungkas Rizal Ramli yang beberapa tahun lalu dipercaya jadi penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA