Karena itulah, calon anggota DPD RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta dengan nomor urut 28, Sabam Sirait, menjadikan tiga persoalan ini sebagai
tagline-nya. Sabam pun menilai ketiga persoalan ini saling terkait satu sama lain dan merupakan rangkaian perjuangan yang harus dicarikan solusinya.
"Perjuangan kita tidak saja soal demokrasi, tapi juga persatuan. Demokrasi harus menjadikan bangsa ini bersatu, bukan malah berpecahbelah. Demokrasi dan persatuan juga harus berguna untuk rakyat dan ciptakan keadilan sosial," kata Sabam kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 4/4).
Menurut Sabam, Indonesia mengalami persoalan demokrasi sejak Orde Baru. Saat itu, rakyat Indonesia tidak punya hak untuk berserikat dan menyatakan pendapat, dan bahkan siapa saja yang berbeda dengan pemerintah siap-siap saja ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Di era Reformasi, Sabam menilai konsolidasi Demokrasi belum tuntas, dan ini menjadi pekerjaan rumah yang terus diperjuangkan.
"Begitu juga persatuan nasional. Persatuan nasional itu bukan hanya di tingkat elit dan pemimpin saja, tapi harus juga di tingkat rakyat dari Sabang sampai Merauke," tegas Sabam.
Soal keadilan sosial, Sabam menilai hal ini bisa berlaku bila penegakkan hukum berjalan dan siapapun yang terbukti korupsi harus dihukum. Sebab korupsi lah yang menjadi salah satu sumber mengapa keadilan sosial sulit tercapai.
"Saya lihat, pemerintahan SBY ini bangga dengan pertumbuhan ekonomi, tapi tidak menyebutkan angka korupsinya. Kalau korupsi ini banyak, susah ciptakan keadilan," ungkap Sabam, yang selama menjadi politisi sangat berkesan bagi sementara aktivis karena selain merakyat, juga selalu membuka pintu lebar-lebar untuk menampung aspirasi dan keluhan rakyat.
Dalam konteks Jakarta, Sabam melihat keadilan sosial ini juga menjadi persoalan. Bahkan visi Sabam lebih jauh karena menilai perdapatan warga Jakarta dengan warga di beberapa daerah yang ada di sekitar Jakarta masih sangat timpang. Pendapatan warga di kabupaten dan kota yang ada di sekitar Jakarta itu masih rendah dibandingkan Jakarta.
"Ketimpangan ini menjadi pemicu masalah di Jakarta seperti keamanan dan masalah-masalah sosial lainnya. Ini harus dibenaghi sehingga Jakarta itu aman dan nyaman," demikian Sabam.
[ysa]
BERITA TERKAIT: