IPW Pastikan DSA Jadi Pihak Paling Agresif Tawarkan Senjata Ilegal

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 03 April 2014, 10:14 WIB
IPW Pastikan DSA Jadi Pihak Paling Agresif Tawarkan Senjata Ilegal
ilustrasi/net
rmol news logo . Aksi penembakan yang belakangan kian marak tak terlepas dari mudahnya masyarakat mendapatkan senjata ilegal. Dan pihak yang paling agresif menawarkan senjata ilegal saat ini adalah DSA.

"Penawaran senjata ilegal mereka lakukan lewat sms ke HP berbagai pihak. Selain itu, mereka menyiapkan blog yang bisa diakses dengan mudah oleh siapa pun," kata Ketua Presidum Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 3/4).

Menurut Neta, DSA menawarkan berbagai mereka senjata api laras pendek berikut amunisinya. Para peminat bisa menghubungi no handphone yang mereka berikan. Harga senjata apinya antara Rp 20 juta sampai Rp 50 juta.

Ironisnya, lanjut Neta, aksi DSA menawar-nawarkan senjata api ilegal berikut amunisinya ini bisa bebas beroperasi tanpa khawatir digerebek dan ditangkap polisi. Bahkan, dalam blognya DSA sesumbar, pengiriman senjata ilegal ke tempat pemesan dijamin keamanannya. Selain itu mereka mengaku, siap membantu pengurusan ijin senjata ilegal tersebut ke Polri dengan biaya tertentu.

"Padahal, sejak era Kapolri Sutanto, Polri tidak lagi mengeluarkan ijin senjata api untuk warga sipil," demikian Neta. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA