Polisi Harus Segera Tertibkan Penjualan Senjata yang Kian Marak Jelang Pemilu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 03 April 2014, 09:27 WIB
Polisi Harus Segera Tertibkan Penjualan Senjata yang Kian Marak Jelang Pemilu
ilustrasi/net
rmol news logo . Mabes Polri perlu segera menertibkan aksi penjualan senjata ilegal yang belakangan ini makin marak, baik lewat pesan singkat, internet maupun blog.

"Bagaimana pun penjualan senjata ilegal ini memberikan kontribusi besar bagi maraknya aksi penembakan misterius menjelang Pemilu dan Pilpres 2014," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 3/4).

Neta mencatat,  selama Januari hingga Maret 2014 sudah terjadi 18 kasus penembakan yang dilakukan orang tak dikenal. Dengan rincian, Januari ada 10 penembakan, Februari tiga kasus, dan Maret lima kasus. Akibatnya, 8 orang tewas dan 10 luka. Di antara yang tewas itu, dua polisi dan seorang TNI.

IPW mendesak Polri melakukan operasi besar-besaran untuk menumpas senjata ilegal, termasuk pihak-pihak yg menjual atau menawarkan senjata ilegal. Jika tidak, tingginya eskalasi politik akan digunakan pihak-pihak tertentu untuk menebar teror penembakan misterius.

"Di Aceh dalam dua bulan terakhir sudah terjadi tiga teror penembakan yang menyebabkan empat orang tewas dan tiga luka. Seluruh korbannya adalah fasilitas parpol dan caleg," demikian Neta. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA