Pemerintah Tak Serius Bantu Satinah!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 02 April 2014, 09:49 WIB
Pemerintah Tak Serius Bantu Satinah<i>!</i>
satinah/net
rmol news logo . Pemerintah berpura-pura kesulitan mencari sumber keuangan untuk membayar diyat Satinah. Diyat Satinah sebesar Rp 21 miliar, dan saat ini pemerintah masih kekurangan Rp 9 miliar

"Pemerintah pura-pura, dan itu memperlihatkan bahwa pemerintah tidak serius ingin mambantu satinah. Sementara untuk membobol uang negara paling gampang dan mudah dilakukan oleh pejabat negara," kata Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, beberapa saat lalu (Rabu, 2/4).

Uchok memberi contoh,  BNP2TKI serta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi banyak mengalami kebocoran anggaran negara. Berdasar hasil audit BPK semester tahun 2013, temuan penyimpangan anggaran di BNP2TKI sebesar Rp 16,7 miliar dengan 81 kasus, sejak tahun 2009 - 2013.

"Dengan kebobolan anggaran  sebesar Rp 16,7 miliar sudah bisa untuk melunasi satinah," ungkap Uchok.

Sedangakan pada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, lanjut Uchok, ditemukan kerugian negara sebesar Rp 70,4 miliar dengan sebanyak 3.365 kasus.

"Kerugian negara sebesar Rp 70,4 miliar ini, berarti sudah bisa membantu atau membebeskan 3 orang TKI bila dihukum mati," demikian Uchok. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA