"Dengan Rp 10 ribu, penyumbang bisa memberikan 500 gram aaraboan bread untuk konsumsi dua orang. Hari ini Anda sumbang Rp 10 ribu, artinya hari ini Anda bisa memberi makan dua orang," kata Muhammad Baagil, aktivis Soekarnocare, saat berkunjung ke redaksi
Rakyat Merdeka Online, Selasa sore (25/3).
Muhammad melanjutkan, dengan uang Rp 40 ribu, penyumbang bisa membelikan setengah kilogram keju lokal; dengan uang Rp 20 ribu, penyumbang bisa membelikan 1,5 kg beras untuk konsumsi 3 sampai 4 orang atau 1 liter susu murni untuk konsumsi 3 sampai 4 orang; dengan uang Rp 30 ribu, penyumbang bisa membelikan 1 lusin telur untuk konsumsi 12 orang.
Soekarnocare diiniasi oleh sekelompok anak muda Indonesia, yang pernah menimba ilmu di Suriah. Mereka merasa tergerak untuk memberikan bantuan kepada pada para pengungsi Suriah, khususnya yang ada di Libanon.
"Kami beri nama Soekarnocare karena lebih bisa diterima di negara-negara Timur Tengah. Di Timur Tengah, bila mereka bertemu dengan orang Indonesia, yang mereka katakan adalah Ahmad Soekarno," kata Muhammad, sambil menegaskan bahwa nama ini semata-mata terinspirasi oleh semangat dan gerakan kemanusiaan yang dilakukan Presiden Soekarno di dunia internasional dan tidak terkait secara organisatoris dengan lembaga, atau yayasan, atau komunitas, atau keluarga Presiden Soekarno.
Sejak Maret 2011, hingga kini, sudah ada sekitar 2,3 juta pengungsi dari Suriah yang tersebar ke berbagai negara seperti Turki, Irak, Jordan, dan Libanon. Hal ini terjadi akibat konflik antara kelompok bersenjata dengan tentara Suriah.
Di Libanon, jumlah pengungsi mencapai 1 juta lebih, yang terdiri dari 49 persen pria dan 51 persen wanita. Namun jumlah pengungsi yang begitu banyak ini tidak tertangani dengan baik, dan apalagi karena kelompok masyarakat di Libanon juga terpecah menyikapi konflik di Suriah; ada yang pro pada kelompok bersenjata dan ada yang pro pada pemerintahan Assad.
[ysa]
BERITA TERKAIT: