Temuan tersebut telah dilaporkan ke pusat komando Australia serta kapal pemecah es Xuelon China yang juga tengah dalam perjalanan menuju area pencarian. Pencarian tersebut dilakukan menyusul adanya temuan satelit terbaru baik dari Australia, China, dan Prancis yang jelang akhir pekan lalu menangkap adanya objek mengambang di Samudera Hindia, namun lokasinya berbeda.
Xuelong sendiri diperkirakan dapat mencapai area temuan tersebut pada
Selasa dini hari esok.
Koresponden Xinhua yang ikut dalam pesawat pencari IL-76 China menyebut bahwa kru pencari melihat dua benda mengambang yang relatif besar dengan sejumlah serpihan berwarna putih yang lebih kecil tersebar dalam radius beberapa ratus kilometer.
Otoritas matirim Australia atau Australian Maritime Safety Authority (AMSA) mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah diinformasikan oleh China terkait temuan tersebut.
Kru China dalam dua pesawat pencarian letika akan kembali ke daratan, meminta pihak Australia untuk mengirim pesawat lain ke area tersebut untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Pencarian di koridor selatan yang meliputi wilayah perairan Samudera Hindia melibatkan 10 pesawat dalam pencarian gabungan untuk menyisir dua wilayah perairan, masing-masing seluas 59.000 km persegi dan 68.500 km persegi.
Sebelumnya, pada Minggu (23/3), Malaysia menerima tangkapan satelit baru dari otoritas Prancis yang menunjukkan adanya objek yang diduga bagian dari MH370 di sepanjang koridor selatan. Tangkapan satelit Prancis tersebut datang sehari setelah China merilis temuan satelit yang menangkap adanya sebuah benda yang memiliki panjang sekitar 22 meter dan lebar sekitar 13 meter mengambang di Samudera Hindia bagian selatan, sekitar 120 km sebelah barat daya dari titik koordinat objek yang telah ditemukan oleh Australia sehari sebelumnya (Kamis, 20/3).
[zul]
BERITA TERKAIT: