Laksamana Marsetio: Membangunan Kekuatan Maritim Bukan Hanya Tanggung Jawab TNI AL

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 24 Maret 2014, 08:31 WIB
Laksamana Marsetio: Membangunan Kekuatan Maritim Bukan Hanya Tanggung Jawab TNI AL
marsetio/net
rmol news logo . Untuk membangun negara yang kuat maka harus membangun maritim yang kuat, membangun TNI yang kuat, kekuatan laut yang kuat. Dan negara yang kuat pasti akan dihargai negara lain.

"Kekuatan maritim tidak hanya merupakan tanggung jawab TNI dalam hal ini TNI AL tetapi merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa," kata Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Marsetio, dalam seminar di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Seminar Nasional Maritim ini pada Minggu kemarin ini (23/3) dilaksanakan oleh UHO Kendari bekerjasama dengan IMI (Indonesia Maritime Institute), TNI AL dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Seminar nasional ini bertemakan "Memantapkan Indonesia sebagai negara maritim yang tangguh, gagasan akademisi, teknokrat, dan praktisi demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hadir dalam seminar ini Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara HM.Saleh Lasata, Muspida Provinsi Sultra dan Civitas akademika UHO serta para undangan.

Kembali ke Marsetio, ia mengatakan generasi muda bangsa harus sadar akan begitu besarnya potensi maritim Indonesia, potensi laut indonesia sangat kaya. Generasi muda juga harus menjaga, melestarikan dan mengelola sumberdaya laut dengan efektif.

"Dengan melihat letak geografis Indonesia yang berada dalam dua benua dan dua samudra menjadikan indonesia sebagai wilayah strategis yang kaya akan sumberdaya laut yang dapat dipergunakan untukmeningkatkan percepatan perekonomian Indonesia," ujarnya.

Jenderal bintang empat itu mengajak kepada seluru mahasiswa UHO untuk membangkitakan pemahaman dan kepedulian maritim, sebab Sultra merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang daerahnya memiliki laut yang luas danterdiri dari 500an pulau.

"Potensi maritim Sultra Sangat besar, karna memiliki wilayah laut yang luas, sebab lau adalah potensi masa depan bagi indonesia lant," tambah KASAL Laksamana Marsetio.

Usai acara, TNI-AL bersama Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari melakukan kerjasama pemanfaatan sumber daya laut, pendidikan, pelatihan serta pengembangan dan pengabdian. Penandatanganan kerjasama dilakukan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Dr Marsetio dan Rektor UHO, Prof Dr Usman Rianse, MS, di Kendari, Minggu.

Menurut Kasal, kerja sama ini bukan hanya bidang maritim, tetapi banyak bidang keilmuan yang menjadi perhatian kami di TNI-AL. Misalnya di bidang kedokteran.
Seminar Nasional Maritim ini dilaksanakan oleh UHO Kendari bekerjasama dengan IMI (Indonesia Maritime Institute), TNI AL dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA