KTT Keamanan Nuklir kali ini akan membahas berbagai capaian dari sejumlah inisiatif dan komitmen para pemimpin yang disepakati di KTT I pada tahun 2010 di Washington DC, Amerika Serikat, dan KTT II pada tahun 2012 di Seoul, Korea Selatan.
Kehadiran Boediono dalam KTT Keamanan Nuklir di Den Haag kali ini memiliki arti penting dengan semakin meningkatnya profil diplomasi Indonesia dalam rangka menciptakan perdamaian dunia. Wapres bersama para kepala negara/pemerintahan dari 53 negara, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan pimpinan empat organisasi internasional akan membahas kelanjutan upaya peningkatan keamanan nuklir di tingkat nasional, regional, dan global.
Beberapa isu penting yang akan dibahas, antara lain kerja sama internasional dalam penguatan arsitektur keamanan nuklir, upaya meningkatkan keamanan bahan nuklir, dan sumber radioaktif.
Selain itu, KTT kali ini juga akan membahas mengenai fasilitas nuklir, partisipasi sektor industri dalam keamanan nuklir, pemberlakuan Convention on the Physical Protection of Nuclear Material (CPPNM) dan amendemennya, serta mendorong ratifikasi International Convention for the Suppression of Acts of Nuclear Terrorism (ICSANT).
Boediono juga dijadwalkan menyampaikan beberapa capaian dan dukungan Indonesia kepada upaya-upaya di bidang keamanan nuklir, seperti melanjutkan pemasangan Radiological Portal Monitors (RPM) di pelabuhan-pelabuhan laut Indonesia, dan pengesahan ICSANT. Selain itu, Boediono juga akan menyampaikan upaya Indonesia menyusun model legislasi nasional tentang keamanan nuklir yang disebut dengan, National Legislation Implementation Kit on Nuclear Security (NLIK).
Seperti dilansir dari situs resmi
Setkab RI, dalam kesempatan kunjungan kerja ke Den Haag ini, Boediono juga dijadwalkan melaksanakan sejumlah kegiatan dalam rangka kunjungan bilateral, antara lain pertemuan dengan Perdana Menteri Belanda Ratu Maxima dan memberikan kuliah umum di Universitas Leiden. Selain itu, Boediono juga dijadwalkan menghadiri pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Belanda, sebelum kembali ke Indonesia pada tanggal 27 Maret.
[rus]
BERITA TERKAIT: