Di belakang faksi non ideologis itu adalah pengusaha campuran hitam dan putih.
Kelemahan Megawati menghadapi kelompok faksi non ideologis kembali terjadi di balik pemberian mandat dan dukungan kepada Joko Widodo sebagai calon presiden dari partainya.
Demikian disampaikan Andi Arief kepada redaksi pagi ini (Senin, 17/3).
Selama delapan tahun PDIP bekerja keras membangun kepercayaan rakyat, tanpa faktor Jokowi. Tetapi hampir dua tahun terakhir ini, Megawati larut pada buaian faksi non ideologis dan menganggap hasil yang dicapai PDIP ini adalah karena faktor Jokowi semata.
"Megawati tak kuasa menyerah di tangan pasar dan modal sampai melakukan hal tak lazim: mengingkari ucapannya sendiri bahwa capres akan diumumkan setelah pileg. Sebetulnya sebelum hiruk pikuk Pilgub DKI, kerja keras kader PDIP di berbagai daerah sudah berbuah manis. Kedatangan Jokowi membuat hipnotis seolah-olah dia lah faktor utama dan terutama," jelas Andi Arief.
Menurut Andi Arief lagi, sikap Megawati yang tidak bisa menghadapi tekanan faksi non ideologis dan kumpulan pengusaha ini membuat sulit meyakini bahwa ia sebagai penguasa PDIP yang sesungguhnya tidak akan mengulangi kesalahan seperti ketika ia berkuasa dulu.
"Harapan agar dia mengambil sikap keras dalam penegakan hukum dan tegas ketika berkuasa kelihatannya akan hilag ditelan angin," demikian Andi Arief.
[dem]
BERITA TERKAIT: