"Tak ada lagi kata diplomasi kosong untuk menghentikan tragedi kemanusiaan ini. Karena faktanya, 10 besar peringkat bangsa-bangsa yang teraniaya adalah negara muslim," kata Direktur Komunikasi Aksi Cepat Tenggap (ACT), Iqbal Setyarso, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 14/3).
Sebagai bagian dari sikap peduli itu, lanjut Iqbal, ACT, yang merupakan lembaga kemanusiaan independen, mengirimkan tim kemanusiaan ke Republik Afrika Tengah, Suriah dan Myanmar. Tim ini akan menunaikan mandat kampanye dengan tema "Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam".
Pelepasan tim ini, jelas Iqbal, akan dilaksanakan hari ini di ruang utama Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Acara akan digelar selepas salat Jumat, sekitar pukul 12.30.
"Tim juga akan memberikan testimoni akan kesiapan mereka dalam misi ini dan gambaran secara umum kondisi negara-negara tersebut," demikian Iqbal.
[ysa]
BERITA TERKAIT: