Jusuf Kalla dan Hatta Rajasa Jadi Cawapres Paling Potensial

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 12 Maret 2014, 16:39 WIB
Jusuf Kalla dan Hatta Rajasa Jadi Cawapres Paling Potensial
jusuf kalla/net
rmol news logo . Dalam simulasi cawapres dengan pertanyaan tertutup terhadap 14 nama, Jusuf Kalla keluar sebagai cawapres paling potensial dengan elektabilitas 17,5 persen.

Sementara cawapres lainnya, Hatta Rajasa 10,1 persen, Hary Tanoesoedibdjo 7,2 persen, Mahfud MD 4,8 persen, Muhaimin Iskandar 4,8 persen, Gita Wirjawan 2,8 persen, dan Puan Maharani 1,1 persen. Adapun nama lain tingkat elektabilitasnya di bawah 1 persen.

"Kita juga membuat simulasi jika cawapresnya adalah dari kalangan partai massa Islam, maka elektabilitas Hatta sebagai cawapres sebesar 16,0 persen, Muhaimin Iskandar 6,2 persen, Yusril Ihza Mahendra 3,7 persen, Suryadharma ALi 2,9 persen, dan Anis Matta 0,9 persen," kata Direktur Ekskutif Indobarometer M Qodari saat menyampaikan presentasi hasil surveinya, di Kantor Indo Barometer, Jakarta (Rabu, 12/3).

Sementara terhadap simulasi pasangan capres-cawapres, lanjut Qodari, jika dari PDIP yang dicalonkan adalah Megawati maka elektabilitas pasangan capres-cawapres adalah sebagai berikut: Pasangan Prabowo-Hatta 24,1 persen, Megawati-Jokowi 23,3 persen, ARB-Muhaimin 13,7 persen, dan Wiranto-Hary 10,8 persen.

Qodari melanjutkan, jika Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla, maka elektabilitasnya mencapai 37,9 persen; jika pasangannya Jokowi adalah Puan maka elektbailitasnya sebesar 35, persen, dan jika pasangan Jokowi adalah Prananda Prabowo maka elektbailitasnya sebesar 33,7 persen.

"Jokowi juga tetap tertinggi jika berpasangan dengan Hatta. Elektabilitas Jokowi-Hatta mencapai 37,1 persen dengan simulasi lawannya adalah pasangan Prabowo-Pramono Edhie yang hanya 18,4 persen elektabilitasnya, dan ARB-Muhaimin 12,7 persen," jelasnya.

Qodari menjelaskan, survei ini dilaksanakan pada tanggal 14-25 Februari 2014 di 33 provinsi di Indonesia dengan jumlah responden sebesar 1.200 orang, dan dengan margin of error sebesar plus minus 3,0 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden dipilih dengan metode multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili seluruh populasi publik dewasa Indonesia.

"Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka secara langsung menggunakan kuesioner.Survei Indeks Kepemimpinan ini kerjasama LPP UI dan Indo Barometer, dibiayai dari kegiatan Indo Barometer," demikian Qodari. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA