"Di era SBY, Indonesia berhasil membayar utang pada IMF sebesar Rp 69 triliun dan keluar dari CGI. Dengan keluarnya Indonesia dari CGI, maka kita bisa lebih mandiri dalam bidang ekonomi dan politik," kata Ketua Harian DPP Demokrat, Syarif Hasan, saat menyampaikan sambutan dalam acara Pelantikan DPD Partai Demokrat Kalimantan Utara di Balai Pertemuan, Bulungan, Kalimantan Utara, Jumat malam (7/3).
Di era SBY juga, lanjut Syarif Hasan, berbagai persoalan di dalam negeri bisa diatasi dengan baik. Misalnya saja konflik di Poso maupun Aceh. Bahkan, bila saat ini datang ke Aceh, maka seakan-akan Aceh tidak pernah mengalami konflik karena berkat solusi yang dijalankan pemerintahan SBY.
"Di era pemerintahan SBY, tingkat pertumbuhan ekonomi juga naik, dan posisi Indonesia hanya berada di bawah China. Tingkat pertumbuhan ekonomi kita melebihi Amerika dan negara-negara Eropa. Di saat yang sama, APBN kita pun naik berkali-kali lipat, yang pada 2004 hanya sekitar Rp 400 triliun, kini mencapai Rp 1.800 triliun," jelas Syarif, yang disambut tepuk tangan dari ratusan hadirin.
Di masa pemerintahan SBY juga, masih kata Syarif, banyak program yang pro rakyat. Sebut saja misalnya Kredit Usaha Rakyat, PNPM, Jamkesmas dan juga program Keluarga Harapan.
"Memang masih ada yang kurang, karena itu mari kita lanjutkan program pemerintahan yang pro-rakyat dengan cara memenangkan lagi Demokrat," demikian Syarif Hasan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: