"Saya telah memutuskan untuk memutuskan hubungan politik dan diplomatik dengan pemerintahan Panama saat ini dan membekukan seluruh hubungan perdagangan dan ekonomi mulai saat ini," kata Maduro dalam upacara peringatan satu tahun wafatnya pemimpin Hugo Chavez pada Rabu (5/3) seperti dilansir BBC.
Pernyataan Maduro tersebut disampaikannya di hadapan sejumlah pejabat asing termasuk Presiden Kuba Raul Castro, Presiden Uruguay Jose Mujica, dan Presiden Bolivia Evo Morales yang turut hadir dalam acara tersebut.
Keputusan Maduro tersebut diambil setelah pemerintah Panama mendesak digelarnya pertemuan mendesak antara anggota Organisasi Negara-negara Amerika atau Organization of American States (OAS) untuk membahan masalah yang terjadi di dalam negeri Venezuela.
Maduro menyebut, upaya Panama tersebut merupakan bagian dari upaya Amerika Serikat untuk mengintervensi masalah Venezuela dengan mengarahkan Panama untuk mengangkat masalah tersebut ke OAS.
"Ada upaya dari pemerintah Amerika Serikat sesuai dengan pemerintah antek presiden sayap kanan yang telah menciptakan kondisi untuk OAS dan badan-badan lainnya untuk melangkah menuju intervensi di negara kita," kata Maduro.
Sementara itu, seperti dilansir
Russia Today, Maduro juga menyebutbahwa tindakannya memutus hubungan dengan Panama merupakan bagian dari bentuk penghormatan kepada mendiang Chavez.
"Ini adalah cara terbaik untuk menghomari komadan Chavez, dengan mempertahankan kedaulatan kita," jelasnya.
"Biarkan OAS berada pada tempatnya," kata Maduro. "Kami adalah negara cinta damai, tapi kami juga berani membela hak-hak kami," tegasnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: