Karena itu, kata pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf, wacana untuk menduetkan Rizal Ramli dan Yusril Ihza Mahendra dalam Pilpres sangat tepat dan bagus.
Rizal Ramli adalah ekonom senior yang saat menjabat Menko Perekonomian di era Presiden KH Abdurraham Wahid cukup membawa perubahan yang sigfinikan dan Indonesia mampu kembali bangkit di masa-masa awal tranisi. Namun sayang, saat itu aspek politik begitu mendominasi hingga kesuksesan ekonomi pemerintahan Abdurrman Wahid di bawah komando Rizal Ramli jarang terdengar.
Sementara Yusril Ihza Mahendara adalah sosok yang diketahui publik sebagai pakar hukum tata negara. Di tangan Yusril, hukum menjadi nyata dan di tangan Yusril pula dinilai kepastian penegakkan hukum bisa terwujud.
"Rizal Ramli dan Yusril adalah dia sosok yang berintegritas, dan bisa menjadi solusi atas persoalan Indonesia lima tahun mendatang," ungkap asep yang juga Gurubesar ilmu hukum di Unpar.
Catatan Asep, keduanya masih mengalami persoalan dalam hal prosedur demokrasi. Sebab keduanya, yang menjadi peserta Konvensi Rakyat itu, paling tidak hingga saat ini, belum punya wadah partai politik yang bisa menjadi perahun menuju 2014.
[ysa]
BERITA TERKAIT: