Indonesia Mampu Sadap Negara Lain Namun Tak Perlu Diumbar ke Publik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 20 Februari 2014, 07:55 WIB
Indonesia Mampu Sadap Negara Lain Namun Tak Perlu Diumbar ke Publik
ilustrasi/net
rmol news logo . Bisa dipastikan semua kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang tersebar di berbagai negara menjadi sasaran asing untuk disadap. Karena itu, semua kantor KBRI memiliki kamar sandi untuk memproteksi diri dari penyadapan.

"Kementerian Luar Negeri pasti tahu hal ini. Maka proteksi diri dengan sandi. Saya kalau ke berbagai negara, saya periksa kamar sandi itu," kata mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais), Soleman B Ponto.

Melalui kamar sandi, ungkap Soleman, maka semua berita yang keluar dan bisa disadap, tidak bisa dimengerti oleh pihak asing. Atau bisa jadi informasi yang diperoleh itu berita sampah.

"Kalau informasi kita disadap, lalu dimengerti Australia misalnya, berarti salah kita," ungkap Soleman dalam talkshow di salah satu televisi swasta pagi ini (Kamis, 20.2).

Namun Soleman percaya, Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) bisa mengatasi persoalan ini.

"Kita juga sangat mampu menyadap negera lain. Tapi hasil sadapan itu kan bukan untuk diumumkan ke publik," demikian Soleman. [ysa] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA