TTRM Berterimakasih pada SBY yang Sudah Memberi Kesempatan Meneliti Peninggalan Purba

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 18 Februari 2014, 10:47 WIB
TTRM Berterimakasih pada SBY yang Sudah Memberi Kesempatan Meneliti Peninggalan Purba
presiden sby/net
rmol news logo .  Tim Katastrofi Purba atau Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) menemukan jejak peninggalan purbakala di beberapa daerah di Indonesia, baik disengaja ataupun kebetulan. Sebagian di antaranya berupa (dugaan) monumen purba besar dari masa lalu yang tertimbun di bawah tanah, seperti halnya kondisi Borobudur atau piramida‐piramida besar di Amerika Selatan waktu pertama kali ditemukan.

Demikian salah satu poin surat dari Tim Katastrofi Purba atau TTRM kepada Presiden SBY. Surat perihal laporan singkat kegiatan Tim Katastrofi Purba/Tim terpadu Riset Mandiri itu disampaikan kepada Presiden SBY pada 31 Januari lalu.

Melalui surat ini, tim, di bawah komando Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief, memberi laporan hasil kegiatan penelitian dalam empat tahun terakhir ini.

Dalam surat itu, tim sangat berterimakasih kepada SBY karena sudah memberi kesempatan untuk melaporkan langsung kegiatan. Laporan pertema kali dilakukan di Rumah Cikeas pada tanggal 18 Februari 2011, kemudian tangal 6 Juni 2011 di Wisma Negara, dan terakhir tanggal 18 Mei 2013 di Istana Negara yang kemudian ditindaklanjuti oleh Sekretariat Kabinet dan Sekretariat negara dengan pertemuan Coffee Morning bersama para menteri dan kepala instansi terkait pada tanggal 24 Mei 2013.
 
Selain dilaporkan pada SBY, ungkap Andi Arief dalam surat itu,  sejak tahun 2012, dengan difasilitasi oleh SKP‐BSB, tim juga sudah sering melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan juga dua kali dengan Kemennterian Pekerjaan Umum. Semua pihak menyambut positif dan mendukung penelitian.

"Dukungan dan amanat Bapak untuk terus melanjutkan kegiatan riset inisangat memicu semangat kami untuk maju terus walaupun harus melewati berbagai rintangan dankendala.Instruksi Bapak Presiden kepada Bapak Mendikbud untuk memfasilitasi kegiatan penelitianpada rapat tanggal 18 Mei 2013 sudah ditindaklanjuti oleh Kemendikbud termasuk acara kunjunganBapak Mendikbud dan Dirjen Kebudayaan ke Situs Gunung Padang pada tanggal 6 Juni 2013," tulis Andi Arief.
 
Namun, masih kata Andi Arief dalam surat itu, proses selanjutnya tidak berjalan dan tim memahami karena ada beberapa kendala birokrasi dan administrasi.

Dan ini, laporan selanjutnya Andi Arief dalam surat itu.

"Tapi syukur Alhamdulillah kami masih dapat terus bekerja untuk menjalankan amanat dari Bapak Presiden walaupun tertatih‐tatih. Kemudian pada tanggal 3 Oktober 2013 kami sudah melaporkan hasil penelitian terakhir kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate Bandung. Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur juga menyambut positif dan mendukung penelitianini dan kemudian ditindaklanjuti dengan mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa BaratNomor:430.05/Kep.1578‐Disparbud/2013 tentang Tim Penelitian Cagar Budaya Situs GunungPadang, tertanggal 19 November 2013, namun sekarang SK Gubernur ini dalam proses revisi atassaran dan usulan dari berbagai pihak
 
Seperti yang kami laporkan sejak pertemuan di Cikeas bahwa sejalan dengan riset kami dalam meneliti jejak‐jejak bencana gempa, tsunami, dan bencana lainnya serta dampaknya terhadap masyarakat zaman dulu dari waktu ke waktu, kami menemukan jejak peninggalan purbakala baik disengaja ataupun kebetulan.
 
Berangkat dari temuan‐temuan ini kami mengembangkan hipotesis bahwa ada masa sejarah atau peradaban yang hilang di masa lalu karena musnah oleh berbagai bencana alam katastrofi. Dalam bidang kebencanaan kami bersama para peneliti lain yang tergabung dalam Tim‐9 sudah berhasil membuat peta zonasi bahaya gempa bumi yang jauh lebih baik dari sebelumnya dan sudah dipublikasikan secara resmi oleh Menteri Pekerjaan Umum pada pertengahan tahun 2010.
 
Kemudian, bekerjasama dengan ITB dan atas dukungan Bapak melalui Kantor SKP‐BSB, kami sudah berhasil mendirikan Program Pasca Sarjana untuk meneliti gempa dan tektonik yang diberi nama GREAT (Graduate Research for Earthquake and Active Tectonics). Namun, harapan untuk mendirikan Center of Excellent bertaraf internasional untuk studi kebencanaan, khususnya gempa,tsunami, dan gunung api, seperti yang sudah diinstruksikan oleh bapak kepada para menteri dalam pertemuan di Istana Negara tanggal 18 Mei 2013, belum dapat terlaksana (atau dalam proses).
" [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA