Tanah di Jalan Menteng Raya 58, Jakarta Pusat, adalah tempat sekretariat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dan Pelajar Islam Indonesia (PII) berada saat ini.
Demikian disampaikan Ketua Bidang Politik PP GPII, Ali Rasyid, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 12/2).
"Kami juga menghimbau semua pihak untuk melawan upaya memecah belah organisasi Islam dan mengganggu ukhuwah Islamiyah yang sudah terjalin, apalagi dengan motif-motif kepentingan ekonomi seperti menduduki dan menguasai tanah milik umat," tegas Ali Rasyid.
Sebelumnya, Kuasa hukum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (GPI), Khoirul Amin, menilai Ketua Umum GPII, Karman BM, telah bohong dan merusak nama baik Maftuh Basyuni dengan menuding Maftuh ada di balik aksi penyerangan kantor GPII dan GPI. Sambil memastikan tidak ada orang GPI yang menyerang sebagaimana dimaksud Karman, Khoirul juga mengatakan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum bila Karman tak minta maaf.
Kembali ke Ali Rasyid. Ali mengatakan bahwa Muktamar bersama GPI dengan GPII di Medan pada tanggal 9-12 Desember 2013 lalu telah menetapkan GPI dan GPII bergabung menjadi satu kembali ke nama pendirian tahun 1945, yaitu Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII). Muktamar tersebut juga memberikan amanah kepada Karman BM sebagai Ketua Umum dengan perolehan suara 187, mengungguli kandidat lain Tubagus M. Sholehuddin alias Shod yang memperoleh suara 173, sedangkan 4 suara sisanya abstain.
[ysa]
BERITA TERKAIT: