"
Aya aya wae. Kalau soal sasaran tembak, mau sebelum dan sesudah pileg, sama saja dan berlaku terhada semua capres. Itu kan seni berpolitik dalam mengatasinya," kata salah seorang inisiator Kader dan Simpastian PDI Perjuangan Pro-Jokowi (Projo), Fahmy Alhabsy, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 30/1).
Fahmy menilai, elit PDI Perjuangan menahan Jokowi jadi capres karena mereka tidak mau tersandera secara politis. Kalkulasi yang sedang dihitung mereka, apakah mencapreskan Jokowi akan menjadikan elit partai sebagai sasaran tembak lawan politik atas berbagai masalah yang sudah atau belum muncul atau tidak.
"Lalu apakah Jokowi mampu memberikan jaminan aman dan nyaman atas itu semua? ungkap Fahmy.
Publik, lanjut Fahmy, harus paham atas segala skandal korupsi yg muncul saat ini. Sehingga konsesi politik berbeda dengan 2004-2009 yang memikirkan bagi-bagi menteri semata. Saat ini elit-elit parpol cenderung mendukung sosok yang bisa memberikan jaminan keamanan hukum dan politik.
"Inilah yang membuat pilpres 2014 harus dimajukan pemimpin yang lurus-lurus aja, tidak neko-neko, dan minim utang politik," demikian Fahmy.
[ysa]
BERITA TERKAIT: