Skenario Mega-Jokowi Tidak Rasional dan Merugikan PDI Perjuangan!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 30 Januari 2014, 07:51 WIB
Skenario Mega-Jokowi Tidak Rasional dan Merugikan PDI Perjuangan<i>!</i>
mega-joko/net
rmol news logo . Bila PDI Perjuangan akhirnya mengusung Megawati-Jokowi sebagai pasangan capres dan cawapres sebagaimana skenario pertama yang disampaikan Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, maka PDI Perjuangan akan ditinggalkan pemilih yang lebih luas.

"Kader PDI Perjuangan mungkin akan mendukung pasangan ini. Tapi pemilih di luar PDI Perjuangan akan lari," kata pengamat politik daru Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 30/1).

Skenario ini, ungkap Asep, jelas tidak rasional dan justru akan merugikan PDI Perjuangan sendiri. Mayoritas yang selama ini mendukung dan bersimpati pada Jokowi juga akan kabur karena harapan mereka adalah Jokowi menjadi presiden.

Asep pun mengingatkan kembali pernyataan almarhum Taufiq Kiemas. Taufiq Kiemas sudah sejak lama mengatakan bahwa bukan saatnya lagi bagi Megawati untuk bertarung lagi dalam Pilpres.

"Taufiq Kiemas itu, orang terdekat Megawati. Harusnya elit PDIP sekarang menangkap pesan Pak Taufiq Kiemas, dengan benar-benar melaksanakan proses regenerasi," demikian Asep. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA