Buku yang dimuat dalam majalah
Tempo pekan ini merupakan hasil penilaian Tim 8 dari Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin. Buku ini memang sejak awal diluncurkan menuai pro dan kontra di kalangan sastrawan.
Di luar pro dan kontra itu, Denny JA, salah seorang yang dinobatkan Tim 8 sebagai salah satu dari 33 tokoh sastra paling berpengaruh itu, mengapresiasi pemberitaan
Tempo. Pemberitaan itu, yang sebelumnya juga sudah banyak diberitakan media online, dinilai sudah memenuhi
covers both side.
"Isinya cukup berimbang soal pro dan kontra, dan oke sebagai sebuah berita yang komprehensif," ungkap Denny dalam akun
twitter-nya, @DennyJA_WORLD (Senin, 27/1).
Denny JA, penulis puisi esai berjudul "Atas Nama Cinta" ini mengutip beberapa kalimat dari pemberitaan itu, yang menurutnya harus menjadi kultur dalam memandang buku sekontroversial apapun.
"Buku ini harus dilihat juga secara positif karena menstimulasi sastra. Ini sebuah ikhtiar dan hasilnya boleh tak sempurna. Generasi mendatang menyempurnakannya. Sebuah buku bisa buruk, salah dan tak sempurna. Ini bukan kitab suci. Kritik buku dengan buku.""
Good luck kepada Tim 8, PDS HB Jassin, Gramedia dan komunitas sastra yang menggeliat kembali karena hadirnya buku ini," demikian Denny JA.
[ysa]
BERITA TERKAIT: