Demokrat: Rakyat Harus Menghukum Politisi Tukang Fitnah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 25 Januari 2014, 11:18 WIB
Demokrat: Rakyat Harus Menghukum Politisi Tukang Fitnah
demokrat/net
rmol news logo . Politik itu dinamis. Namun demikian, praktek politik juga harus dibingkai oleh etika dan menjunjung tinggi budaya yang baik. Fitnah, tentu saja bukan bagian dari politik yang etis.

"Demi demokrasi yang sehat dan maju, rakyat harus menghukum partai dan politisi yang hobi melakukan fitnah," kata politisi Partai Demokrat, Sulaiman Haikal, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 25/1).

Pernyataan Haikal ini terkait dengan pemeberitaan televisi yang dimiliki oleh elit partai, yang salalu memberitakan bahwa tenda Presiden SBY di pengungsian Sinabung berharga miliaran rupiah. Selain itu, ada juga rekayasa foto yang membuat seolah-olah kantong bantuan korban bencana memakai logo Demokrat.

"Di samping itu, televisi-televisi tersebut terbiasa mengeksploitasi kesalahan pihak lain sambil menutup-nutupi pemberitaan yang merugikan kelompok dan partainya," lanjut Haikal, yang juga caleg DPR dari daerah pemilihan Banten II.

Aktivis Pijar ini menilai sudah banyak korban berjatuhan atas ulah televisi milik elit partai itu. Dan tentu saja, poerilaku politik seperti itu sangat membahayakan masa depan demokrasi Indonesia.

"Bayangkan, belum berkuasa saja sudah seperti itu kelakuannya, bagaimana jika berkuasa," demikian Haikal. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA