Demikian salah satu kebijakan, solusi dan program yang diambil Presiden SBY untuk mengatasi erupsi dan dampak letusannya, sebagaimana disampaikan Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief, kepada redaksi beberapa saat lalu (Jumat, 24/1).
Selain itu, lanjut Andi, SBY juga mengeluarkan kebijakan jangka pendek untuk dua bulan ke depan, dengan asumsi erupsi berhenti dua bulan lagi. Kebijakan dan program jangka pendek itu adalah bantuan logistik, kesehatan dan lain-lain akan diteruskan dikoordinasikan BNPB dengan dibantu Pemda atau Pemkab setempat. Pemerintah juga akan memberikan beasiswa kepada pelajar SD, SMP, SMA maupun mahasiswa di perguruan tinggi.
Presiden juga, masih kata Andi Arief, mengeluarkan kebijakan jangka pendek berupa inestif cash for work bagi setiap kepala keluarga, dan memeberikan bantuan bagi lahan perkebunan dan pertaniann yang terganggu. Di saat yang sama akan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Kuangan (OJK) untuk menjadwal ulang kredit lama, dapat meminjam baru, dan menghapus bunga pinjaman yang lama
Untuk kebijakan jangka menengah, ungkap Andi Arief, pemerintah akan relokasi warga yang berada di radius 3 km. Ada tempat yang berjarak 5 sampai 7 km, dan bagi 900 lebih KK akan dibangunkan hunian tetap dengan luas 25 hektar, dan saat ini sudah didapatkan areal seluas 15 hektar. Opsi lain ada di areal 11 km, yang sudah ada lahannya lokasinya jauh dari areal petanian.
"Pengendalian penanganan erupsi berada di bawah BNPB dibantu Kasdam Bukita Barisan Brigadir Jenderal Handoko, dan penggunaan uang negara ratusan miliar agar dipergunakan dengan baik dan bertanggung jawab," demikian Andi Arief menyampaikan kebijakan SBY.
[ysa]
BERITA TERKAIT: