Kemnakertrans Kembangkan Kawasan Transmigrasi di Daerah Terisolir

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 21 Januari 2014, 16:57 WIB
rmol news logo Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) terus mengembangkan kawasan transmigrasi terutama di daerah terisolir yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, dilakukan kerjasama dengan Kementerian PDT melalui payung MoU yang telah ditandatangani beberapa waktu lalu.

Direktur Jendral Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2Ktrans) Kemnakertrans Jamaluddien Malik mengatakan pengembangan kawasan transmigrasi terutama di daerah terisolir diperlukan untuk  mempercepat pembangunan daerah.

"Ini merupakan bagian dari upaya untuk mempercepat kemajuan kawasan transmigrasi sekaligus meningkatkan kualitas dari pembangunan ekonomi daerah-daerah transmigrasi. Pengembangan ini menggunakan dana yang dialokasikan melalui APBN," ujar Jamaluddien bersama Bupati Ogan Ilir Mawardi Yahya saat meresmikan jembatan rangka baja di Desa Tanabang Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan (Selasa, 21/1).

Dikatakan Jamaluddein, salah satu alternatif yang paling jitu dan efektif dalam pembangunan nasional   adalah dengan berupaya meneruskan apa yang disebut selama ini menjadi program unggulan pemerintah yaitu mengembangkan dan meningkatkan pengembangan membuka daerah-daerah transmigrasi di daerah-daerah tertinggal.

"Kita ajak semua pihak untuk mendukung program transmigrasi ini agar daerah-daerah terisolir dapat segera terbuka dan terhubungkan sehingga mempercepat pembangunan daerah," kata Jamaludin lagi.

Jamaluddien menjelaskan pengembangan kawasan transmigrasi di daerah terisolir merupakan langkah strategis pemerintah agar program transmigrasi mampu membuka dan memantik potensi daerah terutama daerah yang terisolir. Salah satunya, Jamaluddien mencontohkan, pembangunan sarana pendukung yang diperlukan seperti jembatan.

Desa Tanabang Kecamatan Muara Kuang merupakan salah satu kawasan transmigrasi yang berada di Kabupaten Ogan Ilir. Dengan luas lahan 1800 ha, sejak tahun 2008  Desa Tanabang telah ditempati 400 KK (1693 jiwa ) transmigran asal DKI Jakarta,Jabar, Jateng, Jatim, dan DIY. Tidak hanya Desa Tanabang, Kabupaten Ogan Ilir juga memiliki beberapa lokasi pemukiman transmigrasi lainnya yaitu Desa Parit dan Sungai Rambutan di Kecamatan Indralaya Utara. Dengan luas lahan 3675 ha, kawasan tranmigrasi tersebut telah ditempati sejak tahun 2005 oleh 1000 KK (8375 jiwa)  transmigran asal Jateng, Jatim, Jabar, dan DIY.

Pembangunan jembatan rangka baja di Desa Tanabang, tutur Jamaluddien, diharapkan dapat membuka isolasi daerah serta menghubungkan Kelurahan Muara Kuang sebagai ibukota  Kecamatan Muara Kuang dengan Desa Tanabang Ulu, Desa Tanabang Ilir; menghubungkan Kabupaten Ogan Ilir dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur melalui Desa Cempaka Kecamatan Cempaka, juga diharapkan dapat menghubungkan Kabupaten Ogan Ilir dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Desa Ulak Kapal Kecamatan Tanjung Lubuk menuju jalan lintas timur Sumatera.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA