
. Langkah Ketua DPD Demokrat Kalimantan Timur, Isran Noor, mengikuti Konvensi Rakyat bisa dinilai sebagai pelanggaran etika berpartai.
"Pencopotan Isran Noor lagi diproses. Kita tunggu saja waktunya," kata Jurubicara Demokrat, Ruhut Sitompul, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 20/1)
Konvensi Rakyat digagas oleh sejumlah tokoh masyarakat dan para akademisi yang selama ini konsen dengan proses demokratisasi di Indonesia. Konvensi Rakyat ini dinilai sebagai jalan alternatif dalam mengusung capres.
Kembali ke Ruhut. Ruhut tidak khawatir bila Isran dicopot akan berpengaruh pada elektabilitas Demokrat di wilayah itu. Meskipun Isran merupakan orang nomor satu di Demokrat Kaltim dan juga Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).
"Kita gak takut. Banyak orang yang ngantri kok untuk gantikan dia," tegas Ruhut.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: