Bahkan, sejak dua minggu lalu, SBY sudah melakukan rapat kabinet terkait bencana alam dan memberikan instruksi kepada para menteri terkait, termasuk BNPB, untuk mengambil tindakan cepat.
"Khusus untuk DKI, Presiden bahkan menginstruksikan bantuan langsung APBN Rp 50 miliar untuk korban banjir DKI melalui BNPB," kata Jurubicara Partai Demokrat, Ikhsan Modjo, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 20/1).
Selama ini, kata Ikhsan, banyak pihak mengkritisi SBY karena dinilai lambat dalam menangani bencana. Bahkan SBY dianggap tidak peduli dengan korban bencana di Sumatera Utara dan Manado karena sibuk mengurus Demokrat.
"Itu pernyataan tidak benar. Jangan lupa, Presiden melakukan kegiatan sebagai Ketum PD hanya di
weekend atau hari libur," tegas Ikhsan.
Lebih lanjut, Ikhsan menuturkan bahwa bencana alam yang dihadapi di Indonesia juga dialami di belahan dunia lain, seperti gelombang panas di Australia, angin topan di beberapa negara Asia tenggara, serta cuaca dingin ekstrem di Amerika Serikat.
"Dalam kondisi alam seperti ini, saatnya untuk semua komponen bangsa bekerjasama, berkontribusi, dan turun langsung mengantisipasi dan membantu koran bencana. Bukannya saling menyalahkan dan mempolitisasi isu bencana alam," tutup Ikhsan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: