"Dapur umum ini akan mendistribusikan makanan atau kebutuhan lain seperti selimut dan obat-obatan kepada warga korban banjir yang membutuhkan. Untuk evakuasi warga, kita siapkan perahu karet," kata Ketua PDI Perjuangan DKI Jakarta, Boy Bernadi Sadkin, beberapa saat lalu (Minggu, 19/1).
Dengan dapur yang sudah dibuka sejak Senin lalu ini (13/1), ungkap Boy, warga bisa langsung mendatangi dapur umum atau melalui pengurus DPD untuk dikirimkan bantuan ke lokasi banjir.
Posko akan kita buka selama masih dibutuhkan. Sejak dibuka, setiap harinya kita menyalurkan 1.500 nasi bungkus ke lokasi-lokasi banjir," ujar Boy, yang merupakan putera sulung Ali Sadikin.
Terkait banjir di ibukota, Wakil ketua DPRD DKI ini menilai ada banyak hal yang jadi penyebabnya. Salah satunya perubahan tata ruang. Karena saat ini banyak daerah kosong berubah menjadi mal atau apartemen. Akibatnya, buangan air dari mal dan apartemen ini cukup besar ke saluran drainase kota.
"Penyebab lainnya adalah penurunan muka tanah Jakarta sudah sampai ke tengah kota. Lalu, perilaku masyarakat mengakibatkkan penyempitan sungai seperti munculnya pemukiman di bantaran dijadikan tepat hunian atau bangunan liar, membuang sampah sembarangan di sungai," bebernya.
Saat ini, menurut Boy Pemprov DKI sudah melakukan antisipasi banjir secara maksimal. Kementrian Pekerjaan Umum pun menilai antisipasi banjir DKI Jakarta yang terjadi sejak Minggu (12/1) sudah lebih baik dari tahun sebelumnya. Perbaikan juga ditunjang beragam upaya normalisasi di sejumlah sungai yang sudah dilakukan sejak 2013.
Boy mengatakan upaya antisipasi banjir, sudah dilakukan sejak Desember 2013. Tak hanya itu, kata Boy, Gubernur DKI Joko Widodo juga meminta kerjasama pemerintah daerah sekitar Ibu Kota untuk kooperatif mengatasi banjir. Karena memang urusan banjir di Jakarta juga butuh uluran tangan pemerintah daerah.
"Daerah-daerah penyangga ibukota juga harus peduli terhadap kondisi ini. Begitu juga pemerintah pusat," tegasnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: