"Masalah sampah selalu menjadi perkara klasik dan laten di Jakarta. Klasik, karena selama berpuluh-puluh tahun masalah sampah belum dapat dituntaskan secara optimal. Disebut laten, sebab dampak dari sampah bisa mengakibatkan penyakit, polusi, maupun banjir," kata Wasekjen DPP Gerindra, Aryo P.S Djojohadikusumo, di sela-sela kerjabakti membersihkan sampah di 470 RW yang menyebar di Jakarta Barat (Minggu, 17/1).
Menurut Aryo, yang juga caleg DPR Partai Gerindra No Urut 1 dari daerah pemilihan Jakarta III, antisipasi terhadap masalah sampah selalu terlambat. Pada Januari 2013, volume sampah yang menyebabkan bencana banjir di Jakarta saat itu mencapai 8.609 ton. Meski Pemprov DKI Jakarta telah mengerahkan seluruh perangkatnya, namun butuh beberapa hari untuk membersihkan sampah pasca banjir.
"Bila tumpukan sampah dibiarkan terlalu lama, dampaknya akan lebih sulit dikendalikan. Tersumbatnya saluran udara, polusi udara, munculnya penyakit atau virus dan terganggunya aktivitas masyarakat," terang Aryo yang juga keponakan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto
Karena itu, Aryo menginisiasi "Gerakan Sapu Bersih" yang dikemas dalam kegiatan kerjabakti ini digelar serentak di 470 RW. Melalui gerakan ini Aryo berharap bisa membangun kebersamaan sekaligus kepedulian warga Jakarta terhadap lingkungannya.
"Dengan musibah banjir ini mudah-mudahan kita bisa bangun kebersamaan dan kepedulian kepada sesama, terutama bagi korban banjir sekaligus mengantisipasi dampak dari banjir," tutur Aryo, yang juga berharap kampanye gerakan ini menggugah kesadaran warga dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.
[ysa]
BERITA TERKAIT: