Seperti diberitakan sebelumnya, Tito Zaini Asmarahadi, mengatakan kru film
Soekarno menemuinya di Bandung. Dalam pertemuan itu, utusan Hanung Bramantyo itu menyampaikan permintaan maaf atas kekliruan dalam hal menggambarkan Bung Karbo dan Ibu Inggit di dalam film itu.
Kru yang sama juga pernah menemui Ratna Djuami, anak angkat Bung Karno dan Inggit Ganarsih, tahun lalu. Dalam pertemuan pertama, atas nama Hanung Bramantyo, ia meminta izin menampilkan sosok Bung Karno dan Ibu Inggit di film itu.
Tetapi menurut Tito, pihak Hanung sama sekali tidak pernah mengirimkan skenario film sehingga pihak keluarga Ibu Inggit tidak tahu menahu seperti apa sosok Bung Karno dan Ibu Inggit digambarkan.
Ketika dihubungi redaksi Sabtu malam (5/1), kuasa hukum MVP dan Hanung Bramantyo, Rivai Kusumanegara, mengaku kurang mengetahui hal ihwal permintaan maaf itu.
"
Kirang terang soal eta mah (Kurang tahu soal itu). Saya tidak mengikuti," ujar Rivai.
Rivai juga mengatakan bahwa dirinya sempat mendengar ada keberatan dari pihak keluarga Ibu Inggit. Tetapi sudah menjadi kesepakatan bahwa dirinya hanya mengurus persoalan hukum yang sedang ditangani di Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri juga Polda Metro Jaya.
"Tapi karena urusan pelurusan di media bukan
job saya, makanya saya tidak tindaklanjuti," kata Rivai lagi.
Sementara hingga tadi malam Aris Muda belum bisa dihubungi.
Beberapa waktu lalu Aris Muda mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan izin dan persetujuan dari keluarga Ratna Djuami.
"Intinya mereka setuju dan memberi izin resmi dengan film Soekarno," kata Aris Muda (Selasa, 31/12).
Aris Muda mengatakan bahwa usai pertemuan itu juga sempat foto bersama dengan Ratna Djuami dan Tito.
"Kami ada foto-fotonya. Nanti kami sampaikan," demikian Aris Muda ketika itu.
[dem]
BERITA TERKAIT: