Konvensi Rakyat Bukti Ketidakpercayaan Publik pada Partai Politik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 03 Januari 2014, 11:05 WIB
Konvensi Rakyat Bukti Ketidakpercayaan Publik pada Partai Politik
rmol news logo . Konvensi Rakyat mengindikasikan bahwa ada ketidakpercayaan yang cukup tinggi terhadap partai politik.

"Bahkan ketidakpercayaan ini datang dari tokoh masyarakat," kata pengamat politik dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 3/1).

Adjie menilai, dalam demokrasi yang terkonsolidasi, semua promosi jabatan publik seharusnya melalui partai politik. Syaratnya memang, partai politik itu harus lebih terbuka dan demokratis. Nah, Konvensi Rakyat hadir di tengah mekanisme pemilihan capres oleh partai yang tertutup seperti Golkar, PDIP dan Gerindra, ataupun pemilihan terbuka namun tidak meyakinkan sebagaimana halnya Konvendi Demokrat.

"Mekanisme pemilihan capres oleh partai ini akhirnya mendorong kelompok strategis non-partai membuat mekanisme sendiri untuk memunculkan capres alternatif," demikian Adjie.

Direncanakan, debat perdana bakal capres hasil Konvensi Rakyat akan digelar pada 5 Januari mendatang. Acara yang semula akan digelar di kampus Universitas Airlangga ini dipindahkan ke Hotel Majapahit Surabaya. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA