"Kita cari Gedung Djuang, namun sudah mau dipakai. Kita akhirnya cari yang masih ada nuansa perjuangannya. Kita akhirnya pindahkan ke Hotel Majapahit di Tunjungan," kata pengajar program pascasarajana Unair, Tjuk Sukiadi, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 3/1).
Acara debat, lanjut Tjuk, tetap akan berlangsung pada 5 Januari mendatang.
Menurut Tjuk, Rektor Universitas Airlangga membatalkan persetujuan digelarnya acara debat para bakal capres hasil Konvensi Rakyat di Kampus Unair. Pembatalan persetujuan ini disampaikan Rektor kepada Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip).
"Jadi ini bukan larangan, tapi persetujuan pembatalan. Setelah Dekan FEB dan Fisip bertemu Rektor, Rektor terlihat tidak berkenan," demikian Tjuk.
[ysa]
BERITA TERKAIT: