Pembatalan persetujuan ini disampaikan Rektor kepada Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip).
"Jadi ini bukan larangan, tapi persetujuan pembatalan. Setelah Dekan FEB dan Fisip bertemu Rektor, dari bahasa tubuhnya, Rektor terlihat tidak berkenan," kata salah seorang pengajar program pascasarajana Unair, Tjuk Sukiadi, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat,. 3/1).
Namun demikian, ungkap Tjuk, Rektor tidak menyampaikan alasan mengapa tidak berkenan menggelar acara debat tersebut.
"Acara ini memang berdasarkan
gentlemen's agreemen antara FEB dan Fisip. Tapi kalau Rektor tidak berkenan, kita pindah saja," ungkap Tjuk.
Beredar kabar, Rektor Unair mendapat intervensi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh. M. Nuh yang melarang acara ini digelar di berbagai kampus di Indonesia.
[ysa]
BERITA TERKAIT: