Alasan Rektor Unair "Torpedo" Konvensi Rakyat Masih Misteri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 03 Januari 2014, 09:13 WIB
Alasan Rektor Unair "Torpedo" Konvensi Rakyat Masih Misteri
ilustrasi/net
rmol news logo . Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya membatalkan persetujuan digelarnya acara debat para bakal capres hasil Konvensi Rakyat di Kampus Unair.

Pembatalan persetujuan ini disampaikan Rektor kepada Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip).

"Jadi ini bukan larangan, tapi persetujuan pembatalan. Setelah Dekan FEB dan Fisip bertemu Rektor, dari bahasa tubuhnya, Rektor terlihat tidak berkenan," kata salah seorang pengajar program pascasarajana Unair, Tjuk Sukiadi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat,. 3/1).

Namun demikian, ungkap Tjuk, Rektor tidak menyampaikan alasan mengapa tidak berkenan menggelar  acara debat tersebut.

"Acara ini memang berdasarkan gentlemen's agreemen antara FEB dan Fisip. Tapi kalau Rektor tidak berkenan, kita pindah saja," ungkap Tjuk.

Beredar kabar, Rektor Unair mendapat intervensi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh. M. Nuh yang melarang acara ini digelar di berbagai kampus di Indonesia. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA