Hingga Akhir 2013, Ekonomi Indonesia Cukup Berbahaya!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 30 Desember 2013, 06:57 WIB
Hingga Akhir 2013, Ekonomi Indonesia Cukup Berbahaya<i>!</i>
ilustrasi/net
rmol news logo . Hingga sampai akhir tahun 2013 ini, perekonomian Indonesia cukup berbahaya. Selama Januari-Oktober 2013, defisit perdagangan minyak mentah mencapai 2,8 miliar dolar AS.

"Neraca perdagangan yang surplus selama puluhan tahun, pada Januari-Juli 2013 defisit 5,65 miliar dolar AS, padahal pada krisis ekonomi 1997-1998 saja neraca tetap surplus," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 30/12).

Fadli pun mencatat, utang luar negeri Indonesia semakin besar. Utang Indonesia pada tahun 2011 sebesar 225,3 miliar dolar AS, dan pada tahun 2012 mencapai 252,3 miliar dolar AS.

"Kini, hingga akhir September 2013, utang luar negeri Indonesia sebesar 259,9 miliar," ungkap Fadli, yang meraih gelar master dari  The London School of Economics and Political Science (LSE) Inggris.

Mengutip Global Food Security Index 2012, Fadli juga mengingatkan bahwa Indeks Keamanan Pangan Indonesia berada di urutan ke-64 dari 105 negara. Angka ini jauh di bawah Malaysia dengan peringkat 33, Thailand dengan peringkat 45, Vietnam dengan peringkat 55 dan Filipina dengan peringkat 55.

"Perburuan rente di balik kebijakan impor pangan masih marak terjadi," demikian Fadli. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA