Seperti dikabarkan
CNN yang mengutip laporan media setempat, yakni
Al Ahram dan MENA, ledakan pertama terjadi di lantai paling atas gedung Kementerian Dalam Negeri Mesir yang kemudian disusul dengan ledakan bom mobil yang berada didekat gedung. Sebagian bangunan runtuh seketika pasca ledakan terjadi.
Perdana Menteri Sementara Mesir, Hazem al Beblawi menyebut bahwa serangan bom tersebut merupakan tindakan teroris. Ia menyebut bahwa pelaku teror tersebut tidak akan luput dari hukuman.
Polisi setempat masih melakukan investigasi atas kejadian terasebut.
Serangan bom tersebut terjadi menjelang dibentuknya referendum konstitusi baru Mesir yang dijadwalkan akan digelar pada 14-15 Januari 2014 mendatang. Rancangan konstitusi tersebut akan melarang partai-partai keagamaan dan menempatkan kekuatan yang lebih di tangan militer.
Pembentukan referendum konstitusi baru tersebut menyusul tumbangnya pemerintahan Morsy yang digulingkan dengan kudeta pada Juli lalu. Sejak saat itu, situasi politik di Mesir menjadi tidak stabil. Hampir setiap hari ada aksi protes yang dilakukan masyarakat ataupun kelompok masyarakat. Tidak sedikit diantaranya berujung dengan kekerasan ataupun serangan bom. Serangan bom tersebut juga terjadi beberapa waktu belakangan, tepatnya pada 12 Desember lalu ketika 20 polisi terluka akibat serangan bom mobil.
[ysa]
BERITA TERKAIT: