Rano Karno Dampingi SBY Resmikan Pabrik Baja di Cilegon

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 23 Desember 2013, 14:27 WIB
Rano Karno Dampingi SBY Resmikan Pabrik Baja di Cilegon
rano karno/net
rmol news logo Presiden SBY mengucapkan selamat atas selesainya pembangunan Pabrik Baja Terpadu PT Krakatau Posco yang canggih, megah, dan modern di Cilegon, Banten, Senin (23/12).

"Saya berharap kehadiran pabrik baja yang besar ini dapat memenuhi ketersediaan baja di tanah air sekaligus dapat meningkatkan ekonomi kita serta memperluas lapangan perkerjaan," ujar SBY.

Dalam peresmian itu Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Wakil Gubernur Banten Rano Karno. Di lokasi ada juga Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Wakil Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Kim Jae Hong, Duta Besar Korea untuk Indonesia Joon Young Cun, dan Presiden Direktur PT Krakatau Posco Min Kyung-Zoom.

Menurut SBY, sejak tahun 2006 lalu, pemerintah terus mengintensifkan pembangunan sektor industri untuk memperbesar kontribusi sektor industri non migas, bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berketahanan. Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan industri berbasis hasil tambang, industri pengolahan hasil pertanian, hingga industri canggih berteknologi modern.

"Semuanya itu kita lakukan baik untuk memenuhi kebutuhan domestik, maupun untuk pasar internasional. Di samping itu, kita tingkatkan pula alih teknologi dari negara-negara sahabat yang telah memiliki industri maju," tutur Kepala Negara.

SBY juga mengemukakan, saat ini, di tengah gejolak ekonomi dunia yang masih dipenuhi ketidakpastian, Indonesia melakukan transformasi struktur perekonomian nasional.  "Kita ingin ekonomi Indonesia tumbuh kuat, inklusif, berimbang dan berkelanjutan,"ungkap SBY sembari menyebutkan, melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) hingga tahun 2025 mendatang, Indonesia akan membangun enam koridor ekonomi, dengan fokus yang disesuaikan dengan potensi dan keunggulan wilayah masing-masing.

Sambung SBY seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet RI, peresmian pabrik baja ini merupakan bagian dari pembangunan klaster industri koridor Jawa. Itu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri transportasi, industri tekstil, serta industri makanan dan minuman. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA