Jumhur: Perlindungan kepada TKI Harus Paripurna

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 18 Desember 2013, 21:42 WIB
Jumhur: Perlindungan kepada TKI Harus Paripurna
jumhur hidayat/net
rmol news logo Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat menyatakan rasa terimakasih setinggi-tingginya atas pengorbanan dan perjuangan para buruh migran Indonesia  (TKI) di berbagai negara, baik dalam upaya mengembangkan taraf kehidupannya maupun terkait perannya membangun peningkatan ekonomi daerah serta bangsa pada umumnya.

Demikian disampaikan Jumhur dalam rangka hari peringatan buruh migran internasional yang jatuh pada hari ini, Rabu (18/12/2013), di Jakarta.

Menurutnya, momentum hari buruh migran internasional perlu dijadikan semangat untuk semakin memperkuat perlindungan terhadap para TKI yang bekerja di luar negeri dan lebih khusus bagi TKI di sektor informal rumahtangga (domestic worker).

Negara harus terus memastikan bahwa perlindungan kepada mereka bersifat paripurna, dengan melakukan aspek-aspek perlindungan sebelum masa keberangkatan, saat bekerja di negara tujuan, ataupun setelah menjadi TKI purna,” jelas Jumhur dalam rilisnya.

Ia mengaku, sejauh ini terdapat lebih 6 juta TKI meliputi yang tercatat resmi di pemerintah atau tidak tercatat, dan tersebar di sekitar 160 negara. Para TKI itu berasal dari hampir seluruh kabupaten/kota serta mewakili jumlah 34 provinsi di tanah air.

Selain menjadi Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) pada pengguna perseorangan, sejumlah besar TKI merupakan pekerja formal dengan pengguna perusahaan/lembaga berbadan hukum di bidang jasa keuangan, keramahtamahan (hospitality), manufaktur, pertanian/perkebunan, konstruksi, perikanan, pertambangan, keperawatan, penelitian, IT (information technology), dan sebagainya.

Pengorbanan mereka untuk bangsa dan negara jelas tak terhingga, karena telah menyumbangkan di atas Rp 120 triliun per tahun sebagai devisa kedua terbesar setelah sektor minyak dan gas bumi (migas),” tambah Jumhur.

Ia juga mengharapkan, keberadaan tenaga kerja asing di Indonesia wajib mendapat perlindungan maksimal demi menjunjung kesetaraan dan penghormatan atas peran besar yang diberikan oleh para buruh migran dunia di berbagai negara.

Pada bagian lain, Jumhur mengajak komponen bangsa untuk bekerja keras demi mengurangi keinginan orang bekerja ke luar negeri akibat himpitan ekonomi  atau kemiskinan. Karena itu, pembangunan di daerah dan dalam skala nasional harus lebih digiatkan sehingga dapat mengatasi masalah pengangguran di Indonesia.  [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA