"Tingginya pertumbuhan dan kebutuhan listrik di Sumut tak lepas dari terpilihnya Sumut sebagai lokasi unggulan program MP3EI yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan pembangkit listrik," kata Ketua Ikatan Alumni Teknik Kimia (IKA TK) Universitas Sumatera Utara, Abdullah Rasyid, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 18/12).
Saat menjadi narasumber dalam acara
talkshow Mencari Puncak Benang Kusut Kelistrikkan di Sumut pada Reuni Akbar Alumni USU, Sabtu lalu (14/12), Staf Khusus Menteri Perekonomian ini menjelaskan situasi di Sumut saat ini secara umum masih kekurangan daya listrik 300 Megawatt (MW) dari total kebutuhan keseluruhan sebanyak 1.600 MW. Hal ini terjadi karena pembangkitnya yang ada hanya mampu memasok 1.300 MW.
"Hal itu terjadi karena dalam sepuluh tahun terakhir tidak ada penambahan pembangkit baru dan sementara pembangkit lama sudah tidak efesien lagi," kata Rasyid.
Di era serba modern saat ini, lanjut Rasyid, listrik merupakan salah satu kebutuhan pendukung yang sangat menentukan. Karena vitalnya listrik menjadi urat nadi serta sumbu ekonomi, bisa dibayangkan sedemikian penting dan strategisnya kebutuhan energi listrik bagi kehidupan masyarakat.
"Sementara untuk Provinsi Sumut, sejak tahun 1982 hingga saat ini tidak pernah terlepas dari krisis sumber daya listrik," ujar ketua umum pertama Barisan Muda (BM) PAN itu.
Rasyid menyebutkan, seharusnya pemadaman bergilir dapat diakhiri pada akhir November lalu dengan masuknya 150 MW dan 180 MW dari pembangkit di Belawan, jika proses
overhoul lancar. Namun skenario ini tertunda karena dari 150 MW yang ditargetkan hanya 70 MW saja terealisasi akibat adanya pengerjaan overhoul yang diskors aparat hukum.
"Kondisi ini mengakibatkan jadwal berakhirnya masa pemadaman mundur ke Januari 2014," ungkapnya.
Begitu pun lanjutnya, dalam penyelesaian krisis listrik di Sumut, masih ada harapan yaitu dengan pengadaan pembangkit yang baru sesuai dengan rencana program percepatan 10.000 MW Tahap I (FTP-1) Sumbagut. Melalui pembangunan 3 PLTU yakni, PLTU Nagan Raya di Aceh, PLTU Pangkalan Susu di Sumut, dan PLTU Teluk Sirih Di Sumbar. Selain itu, pemerintah daerah bersama dengan masyarakat hendaknya juga mencoba untuk mencari solusi alternatif seperti pembangkit listrik tenaga surya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: