"Prestasi pegolf memang harus ditingkatkan dan salah satu caranya adalah terus mengadakan kejuaraan-kejuaranan yang dapat diikuti oleh seluruh masyaarakat," kata, GM Marketing PT Intra Golflink Resort, John Winata, di sela-sela acara Friday 13th Palm Hill Golf Tournamen di Sentul Bogor.
Dengan demikian, katanya, hal ini akan menghasilkan pegolf-pegoolf handal yang bisa mengharumkan bangsa Indonesia hingga ke manca negara. Selain itu juga dengan adanya kejuaraan golf akan menunculkan pegolf muda yang bila terus dilatih akan menggantikan pegolf senior di pentas dunia.
Ditambahkan oleh John Winata, banyaknya pegolf yang bisa berprestasi di manca negara berarti ikut mengharumkan nama bangsa Indonesia melalui olah raga golf. "Masyarakat dunia akan mengerti kalau di Indonesia banyak pegolf yang handal dan bisa diartikan juga Indonesia bangsa yang berhasil dalam bisnis dan terjamin keamanannya."
Friday 13th Palem Hill Golf Tournamen pada Jumat 13 Desember 2013 ini diselenggarakan sebagai ajang silatuhrami jelang pergantian tahun 2013. 144 pegolf dari Jakarta, Bandung dan Bogor berkumpul di Palm Hill Golf Sentul mengikuti acara ini. Setelah pembagian hadiah, peserta dihibur dengan penampilan band Radja dengan vokalisnya Ian Kasela dengan lagu-lagu hitsnya.
Masih dalam rangka ikut meningkatkan prestasi pegolf nasional, PT Intra Golflink Restort yang mengelola Palm Hill Golf Sentul dan New Kuta Golf Bali juga akan mengelenggarakan pelatihan bagi pelajar dan mahasiswa. Diharapkan olah raga golf ini bisa diperkenalkan lebih awal ke masyarakat melalui pelajar dan mahasiswa.
Direktur Utama PT Intra Golflink Resort AR Sofyan mengakui pentingnya lebih sering diselenggarakan kejuaraan-kejuaraan golf hingga yang berkaitan denga n kegiatan sosial. Apalagi sebagai bagian anak Bangsa Indonesia harus peduli dengan masyarakat-masyarakat yang kurang beruntung dan perlu perhatian.
"Ini bukan hanya tugas pemerintah saja tapi juga masyarakat. Jika pegolf-pegolf mampu membantu, mengulurkan tangan kepada masyarakat yang membutuhkan, mengapa tidak dilakukan. Sehingga tak ada lagi anggapan bahwa olah raga golf itu hanya dinikmati kelompok masyarakat tertentu yang tak peduli masalah yang terjadi di masyarakat," demikian John Winata.
[ysa]
BERITA TERKAIT: